LangGraph vs CrewAI vs AutoGen 2026: Perbandingan Framework Multi-Agen untuk Produksi

Perbandingan LangGraph, CrewAI, dan AutoGen untuk sistem multi-agen produksi 2026. Benchmark token, checkpointing, dukungan MCP/A2A, dan contoh kode Python siap pakai.

LangGraph vs CrewAI vs AutoGen: Panduan 2026

Diperbarui: 14 Juli 2026

LangGraph adalah pilihan terbaik untuk sistem multi-agen produksi di tahun 2026 karena menawarkan checkpointing bawaan, biaya token 30–47% lebih rendah dibanding CrewAI, dan orkestrasi berbasis graf deterministik yang dipakai oleh Uber, LinkedIn, dan JPMorgan. CrewAI tetap unggul untuk prototipe cepat berkat DSL berbasis peran (role-based), sementara AutoGen kini berada di mode maintenance. Microsoft menggabungkannya dengan Semantic Kernel menjadi Microsoft Agent Framework 1.0 yang rilis 3 April 2026. Artikel ini membandingkan ketiganya secara mendalam: arsitektur, benchmark token, dukungan MCP/A2A, hingga contoh kode yang bisa langsung dijalankan.

  • LangGraph memakai 18.500 token per eksekusi orkestrator dibanding CrewAI 41.000 token pada beban kerja yang sama, dengan selisih ~$51.600/tahun untuk 10.000 eksekusi bulanan pada Claude Opus 4.7.
  • LangGraph 1.1.6 (April 2026) mencatat 126.000+ bintang GitHub dan 34,5 juta unduhan bulanan; CrewAI 0.105 menambahkan observabilitas enterprise dan penjadwalan pada Maret 2026.
  • Microsoft resmi menghentikan pengembangan AutoGen dan menggabungkannya dengan Semantic Kernel menjadi Microsoft Agent Framework 1.0 pada 3 April 2026 dengan dukungan native MCP + A2A.
  • Tingkat penyelesaian tugas kompleks (8+ langkah): LangGraph 62%, CrewAI 54%, AutoGen 47%. Selisih 8 poin ini setara 800 percobaan ulang per 10.000 tugas per bulan.
  • CrewAI tanpa batasan token pernah menghabiskan $414 dalam satu eksekusi karena loop tidak terbatas. LangGraph memiliki recursion_limit bawaan.
  • Pola migrasi umum: prototipe di CrewAI untuk validasi produk, lalu pindahkan alur kritis ke LangGraph saat butuh audit, checkpoint, atau human-in-the-loop.

Ringkasan cepat: framework mana untuk kebutuhan apa

Saya menghabiskan enam bulan terakhir memigrasikan pipeline peninjauan kontrak startup kami dari CrewAI ke LangGraph (sekitar 40.000 dokumen per bulan untuk tim hukum mid-market). Selama migrasi itu saya menjalankan benchmark dengan beban kerja identik pada ketiga framework, ditambah membaca hampir semua rilis 2026. Kesimpulan singkatnya: pilih LangGraph jika Anda mengirim ke produksi dan setiap dolar token dihitung, pilih CrewAI jika Anda perlu mengirim prototipe minggu ini, dan hindari AutoGen untuk proyek baru karena Microsoft sudah menghentikannya.

Tabel berikut merangkum dimensi yang paling sering ditanyakan tim engineering saat memilih framework agen di 2026. Angka-angka diambil dari laporan LangChain State of AI Agents 2026 dan benchmark independen yang diterbitkan Maret–Juni 2026.

DimensiLangGraph 1.1CrewAI 0.105Microsoft Agent Framework 1.0
Model arsitekturGraf berarah dengan edge kondisionalCrew berbasis peran + Flows event-drivenGraf hasil merger AutoGen + Semantic Kernel
State persistenceCheckpoint bawaan + time-travelOutput task sekuensial (tanpa persistence bawaan)Session state + telemetri
Kurva belajarCuram (~120 baris untuk ReAct)Landai (20 baris untuk crew pertama)Sedang
Token/eksekusi (orkestrator + 3 worker)18.50041.000~22.000
Penyelesaian tugas kompleks62%54%~55%
Dukungan MCP + A2A nativeTidak (via integrasi komunitas)Sebagian (A2A saja)Ya, keduanya
Model-agnosticYaYaYa
Status pengembangan 2026Aktif, dominanAktif, tumbuhGA sejak 3 April 2026

Arsitektur inti: graph, peran, dan percakapan

Perbedaan filosofi antara ketiga framework ini bukan sekadar preferensi API. Ia menentukan bagaimana bug muncul dalam produksi. LangGraph memodelkan alur agen sebagai graf berarah: setiap node adalah fungsi Python yang menerima dan mengembalikan state, setiap edge adalah keputusan routing (deterministik atau berbasis kondisi). Kalau Anda pernah menulis state machine di backend, LangGraph terasa sangat familiar. Keunggulannya adalah setiap transisi dapat diaudit, dijeda, dan diulang.

CrewAI mengambil pendekatan role-based crew: Anda mendefinisikan agen sebagai peran (Researcher, Writer, Editor) dengan tujuan (goal) dan backstory, lalu menggabungkan mereka ke dalam sebuah Crew. Framework yang menentukan urutan pemanggilan berdasarkan proses (sequential atau hierarchical). Model mental ini sangat intuitif untuk non-teknis dan memungkinkan tim ship prototipe multi-agen dalam satu sore. Tetapi ada harga struktural. Setiap panggilan LLM menyertakan role, goal, dan backstory sebagai konteks, sehingga jumlah token membengkak seiring bertambahnya turn.

AutoGen (sekarang menjadi Microsoft Agent Framework) mengusung percakapan multi-agen. Agen "berbicara" satu sama lain lewat pesan; sebuah GroupChat dengan 4 agen dan 5 ronde diskusi menghasilkan minimal 20 panggilan LLM, masing-masing membawa histori percakapan penuh. Ini bagus untuk workflow yang butuh debate atau konsensus (misalnya red-teaming analisis dokumen), tapi mahal dan lambat untuk use case real-time seperti dukungan pelanggan. Setelah penggabungan dengan Semantic Kernel, arsitektur ini kini mendukung graf event-driven yang mirip LangGraph.

Kenapa graph menang untuk produksi

Honestly, dalam pengalaman saya membangun pipeline kontrak, dua kebutuhan produksi paling sulit dipenuhi oleh model berbasis peran atau percakapan: audit trail yang bisa dijelaskan ke tim compliance, dan kemampuan me-rewind eksekusi setelah bug fix. Graf LangGraph memberi keduanya secara gratis. Setiap node bersih dan idempotent, setiap keputusan routing tercatat sebagai edge yang bisa ditunjukkan ke auditor.

Manajemen state dan checkpointing di produksi

Ini adalah dimensi yang paling sering diremehkan saat memilih framework. LangGraph memakai TypedDict atau model Pydantic sebagai skema state yang di-serialize ke checkpointer setelah setiap eksekusi node. Anda memilih backend penyimpanan: MemorySaver untuk demo, SqliteSaver untuk single-instance, dan PostgresSaver untuk produksi (latensi tulis tipikal 5–15ms, atau 3–8ms dengan connection pooling asyncpg).

CrewAI, sebaliknya, meneruskan output task secara sekuensial antar agen. Tidak ada checkpoint bawaan, tidak ada persistence, tidak ada time-travel. Jika worker Anda crash di tengah alur 5-langkah, seluruh eksekusi harus diulang dari awal, termasuk semua token yang sudah terbakar. Tim di grup diskusi CrewAI biasanya menyarankan implementasi persistence manual dengan Redis atau Postgres, tapi itu berarti Anda membangun kembali fitur yang sudah gratis di LangGraph.

Pola desain skema state yang tahan produksi

Prinsipnya sederhana: gunakan Annotated[list, add] untuk field akumulator (messages, findings, errors, langkah yang selesai), dan tipe polos untuk state yang di-overwrite (indeks dokumen saat ini, plan string, apakah approval sudah diberi). Field akumulator selamat dari restart via checkpoint; field overwrite mengambil nilai terakhir yang ditulis.

Yang harus dihindari: menyimpan raw LLM response beserta usage metadata di state. Salah satu proyek yang saya audit menyimpan 180KB per checkpoint pada 50 dokumen. Latensi tulis Postgres melonjak ke 400ms dan mengganggu waktu respons. Simpan hanya data terstruktur yang benar-benar Anda butuhkan; tulis metrik LLM ke tabel terpisah atau ke LangSmith observability.

Biaya token dan benchmark performa 2026

Benchmark independen dari AI Dev Day India pada Maret 2026 menunjukkan pola konsisten: CrewAI mengonsumsi 2–3 kali lebih banyak token dibanding LangGraph untuk output yang setara. Penyebab strukturalnya sudah saya sebut sebelumnya, yaitu role, goal, dan backstory ikut di setiap panggilan model. Tapi ada penyebab kedua yang lebih halus: CrewAI memakai LLM untuk memutuskan handover task, sementara LangGraph memakai kode Python biasa (if/else, match statements).

Angka konkret dari benchmark orchestrator + 3 worker menggunakan Claude Opus 4.7:

  • LangGraph: 18.500 token, $0,35 per eksekusi
  • Claude Agent SDK: 22.000 token, $0,42 per eksekusi
  • CrewAI: 41.000 token, $0,78 per eksekusi

Untuk 10.000 eksekusi bulanan, selisih LangGraph vs CrewAI adalah $4.300/bulan atau $51.600/tahun. Untuk startup yang tumbuh cepat, angka ini bisa lebih tinggi lagi karena pertumbuhan trafik biasanya superlinear terhadap ukuran history percakapan.

Latensi orkestrasi

Di pengujian beban, LangGraph menambahkan sekitar 120ms overhead orkestrasi per node, sementara CrewAI melonjak ke 450ms per transisi task karena delegasi berbasis LLM. Untuk 3 task paralel di proses hierarchical CrewAI, itu berarti 3 panggilan manager tambahan sebelum pekerjaan dimulai, sebuah hukuman latensi yang tidak dimiliki LangGraph.

Kurva belajar dan produktivitas developer

Peringkat kurva belajar jelas: CrewAI < AutoGen < LangGraph. Sebuah agen ReAct sederhana membutuhkan sekitar 20 baris di CrewAI, 60–80 baris di AutoGen, dan hingga 120 baris di LangGraph. Anda "membayar" boilerplate untuk kontrol.

Tapi angka baris ini menyesatkan setelah agen bertransisi ke produksi. Yang saya perhatikan di tim saya: waktu debugging di CrewAI justru lebih tinggi karena keputusan handover tersembunyi di dalam LLM yang tidak bisa Anda inspeksi tanpa membaca prompt penuh. Di LangGraph, saya menaruh print() di satu edge condition dan langsung tahu kenapa alur bercabang salah. Trade-off ini sering hanya baru terlihat setelah 3 bulan dalam produksi, persis saat sudah terlambat untuk migrasi murah.

CrewAI 0.105 (Maret 2026) memperbaiki observabilitas dengan menambahkan enterprise dashboard bawaan, tapi granularitas tracing masih di bawah LangSmith. Untuk tim yang sudah punya pipeline observability, lihat panduan LLM observability dengan OpenTelemetry, Langfuse, dan Helicone untuk pola instrumentasi yang bekerja lintas framework.

Human-in-the-loop dan observabilitas

Menurut laporan LangChain 2026, 60% sistem agen produksi kini punya titik intervensi manusia. Sistem tidak lagi berjalan otomatis penuh, tapi berhenti di keputusan kritis, menunggu konfirmasi, lalu melanjutkan. Ini adalah area di mana LangGraph unggul sangat mencolok.

LangGraph menyediakan primitif interrupt() kelas satu yang menjeda eksekusi graf di node manapun dan menunggu input manusia sebelum melanjutkan, dengan preservation state penuh. Anda bisa menyimpan graf tersebut ke Postgres, mematikan servernya, menyalakan ulang seminggu kemudian, dan agent akan melanjutkan tepat dari titik jeda dengan konteks lengkap. Ini adalah fondasi untuk workflow yang butuh persetujuan supervisor (financial approvals, medical triage, legal review).

CrewAI mendukung human input melalui callback level-task, tapi implementasinya tidak sehalus itu. Anda tidak bisa menjeda di tengah eksekusi task tunggal, hanya di batas antar task. AutoGen memiliki UserProxyAgent yang lebih fleksibel untuk percakapan interaktif, tapi state persistence-nya rapuh: kegagalan berarti replay seluruh percakapan (dan token yang menyertainya).

Observabilitas dan tracing

LangGraph terintegrasi native dengan LangSmith, sehingga Anda dapat traces, token counts, breakdown latensi, dan replay tanpa instrumentasi tambahan. Bagi tim yang tidak memakai LangSmith, integrasi OpenTelemetry GenAI semantic conventions sudah matang dan bisa dihubungkan ke Langfuse atau backend APM lain. CrewAI 0.105 punya dashboard bawaan tapi masih terbatas dibandingkan LangSmith. Microsoft Agent Framework mewarisi telemetri Semantic Kernel yang cukup lengkap untuk stack Azure.

Dukungan protokol MCP dan A2A

Dua protokol yang membentuk lanskap interop agen di 2026: Model Context Protocol (MCP) yang dipublikasikan Anthropic pada 2024 dan menjadi standar de-facto untuk exposure tool, dan Agent2Agent Protocol (A2A) yang dipimpin Google untuk komunikasi lintas agen. Dukungan native berbeda-beda per framework:

  • Microsoft Agent Framework 1.0: dukungan native untuk MCP + A2A, sebagai keunggulan utama vs LangGraph.
  • CrewAI: A2A didukung sejak versi 0.100 (Februari 2026), MCP via adapter.
  • LangGraph: keduanya via integrasi komunitas. langchain-mcp-adapters matang untuk MCP, A2A masih eksperimental.

Jika arsitektur Anda mengharuskan agen berkomunikasi dengan sistem eksternal atau agen dari vendor lain, MS Agent Framework menjadi jauh lebih menarik. Untuk yang membangun MCP server sendiri, panduan kami tentang Membangun MCP Server dengan Python FastMCP 3.0 mencakup pola integrasi yang bekerja dengan ketiga framework. Spesifikasi resmi MCP tersedia di modelcontextprotocol.io.

Contoh kode: agen yang sama di tiga framework

So, let's lihat kodenya. Berikut adalah agen sederhana yang mencari informasi lalu meringkasnya, dengan implementasi setara di ketiga framework untuk perbandingan langsung. Semua contoh menggunakan Claude Opus 4.7 sebagai model, tapi Anda dapat mengganti dengan GPT-4.1, Gemini, atau lokal.

LangGraph (Python 3.11+)

from typing import Annotated, TypedDict
from operator import add
from langchain_anthropic import ChatAnthropic
from langgraph.graph import StateGraph, END
from langgraph.checkpoint.postgres import PostgresSaver

class AgentState(TypedDict):
    query: str
    findings: Annotated[list[str], add]
    summary: str

llm = ChatAnthropic(model="claude-opus-4-7", temperature=0)

def research_node(state: AgentState) -> dict:
    response = llm.invoke(
        f"Cari informasi tentang: {state['query']}. "
        "Kembalikan 3 fakta kunci sebagai list."
    )
    return {"findings": [response.content]}

def summarize_node(state: AgentState) -> dict:
    facts = "\n".join(state["findings"])
    response = llm.invoke(
        f"Ringkas fakta berikut dalam 2 kalimat:\n{facts}"
    )
    return {"summary": response.content}

def should_continue(state: AgentState) -> str:
    return "summarize" if len(state["findings"]) >= 3 else "research"

workflow = StateGraph(AgentState)
workflow.add_node("research", research_node)
workflow.add_node("summarize", summarize_node)
workflow.set_entry_point("research")
workflow.add_conditional_edges("research", should_continue, {
    "research": "research",
    "summarize": "summarize"
})
workflow.add_edge("summarize", END)

with PostgresSaver.from_conn_string("postgresql://...") as checkpointer:
    checkpointer.setup()
    app = workflow.compile(checkpointer=checkpointer)
    config = {"configurable": {"thread_id": "user-42"}}
    result = app.invoke(
        {"query": "tren RAG di 2026", "findings": [], "summary": ""},
        config=config
    )
    print(result["summary"])

CrewAI (Python 3.10+)

from crewai import Agent, Task, Crew, Process
from crewai.llm import LLM

llm = LLM(model="claude-opus-4-7", temperature=0)

researcher = Agent(
    role="Peneliti",
    goal="Temukan 3 fakta kunci tentang topik yang diberikan",
    backstory="Anda adalah peneliti berpengalaman dengan naluri tajam untuk data akurat.",
    llm=llm,
    verbose=True,
)

summarizer = Agent(
    role="Penyunting",
    goal="Ringkas temuan menjadi 2 kalimat yang jelas",
    backstory="Anda menulis untuk eksekutif yang tidak punya waktu untuk detail.",
    llm=llm,
    verbose=True,
)

research_task = Task(
    description="Cari informasi tentang: {topic}. Kembalikan 3 fakta kunci.",
    expected_output="Daftar bernomor berisi 3 fakta kunci",
    agent=researcher,
)

summary_task = Task(
    description="Ringkas fakta dari peneliti menjadi 2 kalimat.",
    expected_output="Ringkasan 2 kalimat",
    agent=summarizer,
    context=[research_task],
)

crew = Crew(
    agents=[researcher, summarizer],
    tasks=[research_task, summary_task],
    process=Process.sequential,
    max_rpm=10,   # batasi rate untuk kendali biaya
)

result = crew.kickoff(inputs={"topic": "tren RAG di 2026"})
print(result.raw)

Microsoft Agent Framework 1.0 (Python)

from agent_framework import ChatAgent, GroupChat
from agent_framework.models import AnthropicChatCompletion

model = AnthropicChatCompletion(model_id="claude-opus-4-7")

researcher = ChatAgent(
    name="Peneliti",
    description="Menemukan 3 fakta kunci.",
    system_prompt="Kembalikan 3 fakta kunci tentang topik yang diberikan.",
    model=model,
)

summarizer = ChatAgent(
    name="Penyunting",
    description="Meringkas temuan.",
    system_prompt="Ringkas dalam 2 kalimat.",
    model=model,
)

chat = GroupChat(
    agents=[researcher, summarizer],
    max_turns=4,
)

async def run():
    result = await chat.invoke("Cari tren RAG di 2026 lalu ringkas.")
    print(result.final_message.content)

Perhatikan perbedaan mental model: LangGraph memaksa Anda memikirkan state dan transisi eksplisit, CrewAI menyembunyikan orkestrasi di balik peran, dan MS Agent Framework berada di tengah dengan GroupChat yang otomatis merutekan pesan. Untuk workflow production dengan branching kompleks (misalnya pipeline peninjauan kontrak dengan tool calling terstruktur), pola function calling dan structured outputs jauh lebih mudah diintegrasikan ke LangGraph.

Kapan LangGraph justru tidak cocok

Setelah semua pujian di atas, ada tiga skenario di mana LangGraph bukan pilihan terbaik dan saya akan memilih framework lain:

1. Prototipe demo dalam 24 jam. Kalau Anda perlu menunjukkan konsep multi-agen ke stakeholder besok, CrewAI akan memberi Anda demo yang bekerja dalam 30–60 menit. Boilerplate LangGraph terasa berlebihan untuk sesuatu yang tidak akan pernah masuk produksi.

2. Percakapan debate/consensus murni. Untuk workflow di mana beberapa agen "berdebat" untuk mencapai kesimpulan (analisis red team, brainstorming, review kolaboratif), pola GroupChat AutoGen/MS Agent Framework lebih natural dibanding graf. Anda memang membayar lebih banyak token, tapi output kualitatifnya seringkali lebih baik.

3. Tim yang stack-nya .NET/Azure. MS Agent Framework 1.0 mendukung Python dan .NET secara native, terintegrasi ke Azure AI Foundry dengan responsible AI guardrails, dan telemetri OpenTelemetry Azure. Untuk tim enterprise .NET, memaksakan Python LangGraph sering tidak sepadan.

Kapan bermigrasi dari CrewAI ke LangGraph

Ini adalah pola migrasi yang saya jalani dan lihat berulang di komunitas: mulai dengan CrewAI, migrasi ke LangGraph ketika alur kritis butuh state management produksi. Berikut sinyal-sinyal konkret bahwa waktunya migrasi:

  • Retry hantu. Anda sering harus restart seluruh crew karena satu task gagal, dan biaya retry mulai signifikan (>$500/bulan).
  • Auditor bertanya. Compliance atau security minta jejak keputusan yang dapat dijelaskan, tapi CrewAI hanya memberi log task, bukan reasoning transitions.
  • HITL non-trivial. Anda butuh menjeda alur di titik yang bukan batas task, misalnya menunggu approval di tengah proses tool call.
  • Beban parallel scaling. Anda mulai menjalankan 100+ thread konkuren dan CrewAI mulai berperilaku aneh dengan concurrency (event loop conflicts, race pada state task).

Peta migrasi 3 langkah

  1. Petakan agen jadi node. Setiap CrewAI Agent menjadi fungsi Python di LangGraph. Backstory dan goal dijadikan system prompt di dalam node.
  2. Ubah context ke state. Yang di CrewAI mengalir sebagai context=[previous_task], di LangGraph menjadi field TypedDict yang di-append.
  3. Ganti proses jadi edge. Process.sequential menjadi add_edge, Process.hierarchical menjadi add_conditional_edges dengan fungsi routing.

Waktu migrasi khas untuk pipeline 5 agen: 3–5 hari kerja senior engineer, plus 1–2 minggu tuning threshold retry, timeout, dan checkpoint frequency di staging. Yang paling memakan waktu bukan penulisan ulang kode, tapi mendesain skema state yang tahan banting untuk semua edge case yang selama ini CrewAI sembunyikan dari Anda.

Untuk yang baru mulai membangun sistem agen dari nol, saya sarankan langsung membaca 7 pola desain alur kerja AI agentik untuk memahami primitif orkestrasi (ReAct, Reflection, Planner-Executor, dsb) sebelum memilih framework. Pola-pola ini agnostik framework.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Framework mana yang paling hemat token di 2026?

LangGraph paling hemat, dengan benchmark independen menunjukkan konsumsi 30–47% lebih rendah dibanding CrewAI untuk workflow setara. Penyebabnya struktural: LangGraph memakai kode Python untuk keputusan routing, sementara CrewAI memakai panggilan LLM tambahan untuk handover task. Untuk 10.000 eksekusi bulanan pada Claude Opus 4.7, selisihnya bisa mencapai $51.600 per tahun.

Bisakah saya prototipe di CrewAI lalu migrasi ke LangGraph?

Ya, dan ini pola yang diakui bahkan di dokumentasi CrewAI. Migrasi tipikal untuk pipeline 5 agen memakan 3–5 hari kerja untuk penulisan ulang plus 1–2 minggu tuning. Yang paling memakan waktu adalah mendesain skema state LangGraph yang menangani edge case yang selama ini disembunyikan CrewAI dari Anda.

Apakah AutoGen masih layak dipertimbangkan di 2026?

Untuk proyek baru, tidak. Microsoft menggabungkan AutoGen dan Semantic Kernel menjadi Microsoft Agent Framework 1.0 pada 3 April 2026. Deploy baru sebaiknya langsung ke MS Agent Framework, karena ia mewarisi kemampuan multi-agen AutoGen sekaligus fitur enterprise Semantic Kernel plus dukungan native MCP + A2A.

Framework mana yang paling siap untuk produksi?

LangGraph paling battle-tested. Uber, LinkedIn, JPMorgan, dan Klarna (85 juta pengguna) semuanya menjalankannya di produksi. Ia menyediakan checkpointing bawaan, human-in-the-loop via primitif interrupt(), dan audit trail lengkap via LangSmith. Selain itu, 400+ perusahaan menjalankannya di produksi per Q1 2026 dengan 34,5 juta unduhan bulanan.

Bagaimana perbandingan kurva belajar ketiganya?

Peringkat dari termudah ke tersulit: CrewAI < AutoGen/MS Agent Framework < LangGraph. Agen ReAct sederhana butuh 20 baris di CrewAI, 60–80 baris di AutoGen, dan hingga 120 baris di LangGraph. Namun waktu debugging di produksi berbalik. LangGraph justru lebih mudah didebug karena setiap transisi state eksplisit.

Bagaimana dengan OpenAI Agents SDK dan Google ADK?

Keduanya opsi valid untuk ekosistem masing-masing. OpenAI Agents SDK (dirilis Maret 2025, menggantikan Swarm) unggul untuk alur handoff GPT-centric tapi terkunci ke model OpenAI. Google ADK menggunakan hierarchical agent tree yang cocok untuk stack GCP/Gemini dengan dukungan multimodal kuat. Untuk workflow lintas-vendor, LangGraph dan MS Agent Framework masih lebih fleksibel.

Tentang Penulis Yuki Tanaka

Yuki is a former Stripe data engineer (2017-2022) who spent her last eighteen months there building the internal Airflow-to-dbt migration tooling used by the revenue team. She left to join a 12-person AI startup as employee #4, where she shipped a LangChain-based contract-review pipeline now processing roughly 40,000 documents a month for mid-market legal teams. She's deep on the retrieval side: chunking strategies that don't shred tables, hybrid BM25+dense rerankers, and the surprisingly hard problem of evaluating RAG quality without paying for human raters. Her PR adding parent-document retriever support to LlamaIndex's PostgreSQL store landed in late 2024. Nine years in data and ML platform work. Based in Seattle, mostly writes Python, reluctantly writes TypeScript when n8n forces her hand.